SUGBK Diperbaiki, STY Desak Lapangan JIS Naik Kualitas

SUGBK Diperbaiki, STY Desak Lapangan JIS Naik Kualitas

Atletic Zone Hub – Renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) membawa konsekuensi besar bagi Persija Jakarta. Lapangan stadion tersebut mulai menjalani penguatan struktur Field of Play pada 30 Oktober 2026. Pekerjaan itu dijadwalkan berlangsung hingga sekitar akhir April 2027. Selama proses tersebut, pertandingan sepak bola tidak dapat digelar di lapangan utama SUGBK. Situasi ini membuat Persija harus kembali menyesuaikan pilihan stadion kandang mereka. Padahal, SUGBK telah didaftarkan sebagai salah satu kandang utama Macan Kemayoran pada musim 2026/2027. Selain itu, kualitas lapangan menjadi faktor penting bagi tim yang ingin memainkan sepak bola cepat dan terstruktur. Karena itu, Shin Tae-yong menyayangkan kondisi tersebut. Pelatih Persija itu memahami keputusan renovasi, tetapi ia juga berharap stadion alternatif dapat memberikan kualitas lapangan yang memadai. Kini, perhatian pun mengarah kepada kualitas lapangan JIS sebagai salah satu opsi utama Persija.

Baca Juga: Bruno Fernandes Pecahkan Rekor Assist, tetapi Hanya Peringkat 27 Ballon d’Or 2026

Shin Tae-yong Berharap Kualitas Lapangan JIS Segera Meningkat

Shin Tae-yong menilai lapangan berkualitas merupakan bagian penting dalam menghadirkan pertandingan yang menarik. Menurutnya, pemain membutuhkan permukaan yang baik agar dapat menjalankan strategi dengan maksimal. Oleh sebab itu, ketika SUGBK tidak dapat digunakan, ia berharap kualitas lapangan JIS segera ditingkatkan. Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Persija sebelumnya menggunakan Jakarta International Stadium saat menghadapi Persik Kediri pada 26 Oktober 2026. Namun, kondisi rumput JIS mendapatkan sorotan dari kubu Macan Kemayoran. Shin kemudian menyampaikan harapan agar lapangan tersebut dibenahi sehingga pemain bisa menunjukkan kemampuan terbaik. Dalam sepak bola modern, kualitas permukaan memang sangat berpengaruh. Aliran bola, perubahan arah, hingga keberanian pemain melakukan kombinasi cepat dapat terganggu jika rumput tidak rata. Karena itu, permintaan Shin dapat dipahami sebagai kebutuhan teknis, bukan sekadar keluhan mengenai fasilitas stadion.

Persija Sudah Merasakan Sulitnya Bermain di Rumput JIS

Persija sebenarnya sudah mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi JIS. Ketika menghadapi Persik Kediri, Macan Kemayoran tetap mampu meraih kemenangan 2-1. Akan tetapi, hasil positif tersebut tidak menghilangkan perhatian terhadap kondisi rumput. Kapten Persija, Rizky Ridho, juga menyinggung kesulitan tim untuk menunjukkan permainan terbaik ketika kondisi lapangan kurang mendukung. Hal ini menjadi persoalan penting karena Persija membawa target besar pada musim ini. Sebuah tim yang mengejar prestasi tentu membutuhkan fasilitas pertandingan yang konsisten. Selain itu, kualitas rumput bukan hanya berkaitan dengan keindahan permainan. Permukaan yang stabil juga membantu pemain mengontrol bola dan menjaga keseimbangan ketika bergerak cepat. Dengan demikian, peningkatan kualitas lapangan JIS dapat memberikan manfaat langsung kepada Persija. Apalagi, stadion tersebut berpotensi memainkan peran lebih besar selama SUGBK belum tersedia untuk pertandingan sepak bola.

Perbaikan SUGBK Bukan Sekadar Mengganti Rumput Lama

Renovasi SUGBK kali ini memiliki cakupan yang lebih luas daripada perawatan rumput biasa. PPKGBK melakukan penguatan struktur Field of Play agar lapangan memiliki daya dukung yang lebih baik. Struktur dasar lapangan sebelumnya menggunakan lapisan batu dan kerikil. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penguatan karena SUGBK juga digunakan untuk berbagai acara berskala besar. Beban panggung serta perlengkapan produksi dapat memengaruhi struktur bawah lapangan jika tidak dikelola dengan tepat. Dampaknya dapat merambat ke sistem drainase, kerataan permukaan, dan kualitas rumput. Oleh karena itu, penguatan struktur menjadi investasi jangka panjang. Rumput lama mulai dikupas ketika pekerjaan dimulai pada 30 Oktober. Selanjutnya, pengelola merencanakan penanaman rumput baru sekitar akhir Januari 2027. Setelah itu, lapangan akan memasuki masa uji coba sebelum kembali digunakan. Targetnya, aktivitas sepak bola dapat kembali berlangsung sekitar akhir April 2027.

Biaya Renovasi SUGBK Diperkirakan Mencapai Rp10 Miliar

Proyek pengembangan lapangan SUGBK membutuhkan investasi yang tidak kecil. PPKGBK menyebut anggaran pekerjaan tersebut berada di kisaran Rp10 miliar. Menariknya, pembiayaan tidak menggunakan APBN secara langsung. Sebagai Badan Layanan Umum, pengelola GBK memiliki pendapatan dari penyewaan stadion dan berbagai fasilitas di kawasan tersebut. Pendapatan itulah yang digunakan untuk mendukung pengembangan lapangan. Dari sisi pengelolaan stadion, langkah ini cukup penting karena SUGBK memiliki fungsi yang luas. Stadion tidak hanya menjadi tempat pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi lokasi berbagai kegiatan berskala internasional. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara fungsi olahraga dan kegiatan lainnya. Karena itu, struktur lapangan perlu dibuat lebih kuat sekaligus tetap mendukung standar permainan sepak bola. Jika proyek berjalan sesuai rencana, SUGBK diharapkan memiliki permukaan yang lebih stabil serta proses pemulihan lapangan yang lebih efektif setelah digunakan untuk kegiatan besar.

Persija Menghadapi Tantangan Kandang Selama SUGBK Direnovasi

Absennya SUGBK membuat pengelolaan pertandingan kandang Persija menjadi lebih rumit. Klub ibu kota tersebut tidak selalu bermain di satu stadion sepanjang musim. Dalam empat laga kandang awal musim yang telah dimainkan hingga akhir Oktober, Persija baru sekali menggunakan SUGBK. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan 2-1 atas Persib. Sementara itu, laga kandang lainnya berlangsung di beberapa stadion berbeda, termasuk Stadion Kapten I Wayan Dipta, Stadion Patriot Candrabhaga, dan JIS. Situasi seperti ini dapat memberikan tantangan tersendiri. Tim perlu menyesuaikan karakter lapangan, perjalanan, ruang ganti, hingga atmosfer pertandingan. Selain itu, suporter juga harus mengikuti perubahan lokasi yang terjadi. Karena itulah keberadaan stadion alternatif dengan kualitas konsisten menjadi semakin penting. Apabila kualitas lapangan JIS dapat ditingkatkan, Persija setidaknya memiliki pilihan kandang di Jakarta yang lebih stabil selama proses renovasi SUGBK berlangsung.

Kualitas Rumput Sangat Berpengaruh terhadap Gaya Bermain Persija

Permintaan Shin Tae-yong mengenai perbaikan lapangan memiliki dasar teknis yang cukup jelas. Sepak bola modern mengandalkan sirkulasi bola cepat, pressing, serta perpindahan posisi dalam tempo tinggi. Permukaan lapangan yang kurang rata dapat mengubah arah pantulan bola dan memperlambat operan. Akibatnya, pemain membutuhkan sentuhan tambahan sebelum meneruskan serangan. Kondisi tersebut bisa mengganggu ritme sebuah tim. Selain itu, lapangan yang baik membantu pemain merasa lebih percaya diri ketika melakukan akselerasi atau perubahan arah. Dari sudut pandang pertandingan, perbedaannya mungkin terlihat kecil. Namun, pada level kompetitif, detail seperti itu dapat menentukan efektivitas sebuah skema. Karena itu, perhatian terhadap kualitas lapangan JIS seharusnya dipandang sebagai bagian dari peningkatan standar pertandingan. Stadion modern tidak cukup hanya memiliki kapasitas besar dan fasilitas megah. Permukaan bermain tetap menjadi elemen utama karena seluruh pertandingan berlangsung di atas area tersebut.

JIS Berpeluang Menjadi Solusi Penting bagi Macan Kemayoran

Jakarta International Stadium memiliki posisi strategis bagi Persija selama SUGBK menjalani renovasi. Stadion tersebut berada di Jakarta dan memiliki kapasitas besar, sehingga secara konsep cocok menjadi rumah Macan Kemayoran. Namun, kualitas fasilitas pertandingan tetap harus menjadi perhatian. Jika kondisi rumput dapat ditingkatkan dan dipertahankan secara konsisten, JIS berpeluang menjadi solusi penting bagi klub. Hal ini juga memberikan keuntungan kepada suporter karena Persija tidak perlu terlalu sering memainkan laga kandang di luar Jakarta. Selain itu, penggunaan stadion secara rutin dapat membantu klub membangun atmosfer kandang yang lebih kuat. Meski demikian, proses tersebut membutuhkan koordinasi antara pengelola stadion, klub, dan pihak kompetisi. Jadwal penggunaan juga harus dikelola dengan baik agar perawatan lapangan tetap berjalan. Dengan pendekatan tersebut, peningkatan kualitas lapangan JIS bukan hanya menjawab permintaan Shin Tae-yong, tetapi juga memperkuat ekosistem pertandingan sepak bola di Jakarta.

Renovasi SUGBK Menjadi Momentum Meningkatkan Standar Stadion Jakarta

Situasi ini pada akhirnya membuka pembahasan yang lebih luas mengenai standar stadion. SUGBK sedang melakukan investasi besar untuk memperkuat struktur lapangan sekaligus mengganti rumput. Di sisi lain, JIS memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas permukaan bermain agar lebih konsisten. Jika keduanya berkembang, sepak bola Jakarta justru dapat memperoleh keuntungan jangka panjang. SUGBK tetap menjadi stadion nasional dengan sejarah panjang, sedangkan JIS menawarkan fasilitas modern dan kapasitas besar. Keduanya tidak harus dipandang sebagai pesaing. Sebaliknya, dua stadion tersebut dapat saling melengkapi untuk kebutuhan klub maupun pertandingan nasional. Bagi Shin Tae-yong, kebutuhan saat ini jauh lebih sederhana: lapangan yang memungkinkan pemain menunjukkan sepak bola terbaik. Karena itu, perhatian terhadap kualitas lapangan JIS menjadi semakin relevan selama SUGBK menjalani perbaikan. Pada akhirnya, stadion megah akan memiliki nilai lebih besar ketika kualitas lapangannya mampu mengikuti standar fasilitas yang mengelilinginya.