Hasil China Masters: Singkirkan Denmark, Sabar/Reza ke Perempat Final

Hasil China Masters: Singkirkan Denmark, Sabar/Reza ke Perempat Final

Atletic Zone Hub – Hasil China Masters 2026 menghadirkan kabar positif bagi Indonesia. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani berhasil merebut tiket perempat final setelah mengalahkan wakil Denmark, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard. Bertanding di Shenzhen Arena, Kamis (3/9/2026), Sabar/Reza tampil solid sejak awal. Pasangan Indonesia menang dua gim langsung dengan skor identik 21-15, 21-15. Kemenangan tersebut terasa semakin penting karena Sabar/Reza menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil bertahan hingga babak delapan besar. Sementara itu, Jonatan Christie, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, serta Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi harus menghentikan perjalanan mereka di babak 16 besar.

Baca Juga: AC Milan Bidik Omari Hutchinson untuk Menggantikan Rafael Leao

Sabar/Reza Langsung Menekan Sejak Gim Pertama

Sabar/Reza membuka pertandingan dengan permainan agresif. Mereka langsung merebut tiga poin pertama untuk memimpin 3-0. Namun, Lundgaard/Vestergaard memberikan respons cepat. Pasangan Denmark tersebut berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Situasi itu tidak membuat Sabar/Reza kehilangan kendali. Mereka kembali mendapatkan tiga poin beruntun untuk unggul 6-3. Setelah itu, pertandingan berlangsung lebih ketat. Lundgaard/Vestergaard berusaha memperpendek jarak melalui permainan cepat. Meski demikian, Sabar/Reza tetap mampu menjaga keunggulan saat memasuki interval. Keberanian mengambil inisiatif sejak awal menjadi salah satu faktor penting. Sabar/Reza tidak membiarkan lawan membangun ritme permainan dengan nyaman.

Tekanan Denmark Sempat Membuat Pertandingan Ketat

Perjalanan menuju kemenangan pada gim pertama tidak sepenuhnya mudah. Selepas interval, Lundgaard/Vestergaard mulai meningkatkan tekanan. Pasangan Denmark mampu mendekati bahkan menyamakan kedudukan pada fase pertengahan gim. Situasi tersebut menjadi ujian bagi ketenangan Sabar/Reza. Namun, pasangan Indonesia berhasil keluar dari tekanan. Mereka kembali menciptakan jarak pada fase akhir pertandingan. Setelah unggul 17-14, Sabar/Reza semakin percaya diri dalam mengontrol reli. Mereka kemudian mencapai game point pada posisi 20-15. Satu poin berikutnya memastikan gim pertama menjadi milik Indonesia dengan skor 21-15. Menurut saya, kemampuan mengendalikan situasi setelah lawan mengejar menjadi salah satu bagian terbaik dari penampilan mereka.

Ketenangan Menjadi Kunci pada Poin-Poin Penting

Momentum dalam bulu tangkis dapat berubah sangat cepat. Keunggulan beberapa angka bahkan bisa menghilang hanya dalam beberapa reli. Hal tersebut sempat dialami Sabar/Reza ketika pasangan Denmark berhasil mendekat. Namun, mereka tidak terlihat terburu-buru. Sabar/Reza mampu kembali mengatur tempo dan memilih serangan pada kesempatan yang tepat. Ketenangan seperti ini penting ketika pertandingan memasuki fase kritis. Selain kualitas pukulan, kemampuan mengambil keputusan sering menjadi pembeda dalam pertandingan level tinggi. Hasil gim pertama menunjukkan bahwa Sabar/Reza mampu mengatasi tekanan tersebut. Mereka tidak hanya mengandalkan permainan menyerang, tetapi juga mampu menjaga kontrol ketika lawan mendapatkan momentum.

Gim Kedua Berjalan Lebih Terkendali

Memasuki gim kedua, Sabar/Reza kembali menunjukkan permainan positif. Pasangan Indonesia mampu mempertahankan keunggulan sekitar dua hingga tiga angka dalam beberapa fase awal pertandingan. Mereka kemudian memasuki interval dengan posisi 11-8. Selepas jeda, Lundgaard/Vestergaard mencoba memberikan tekanan tambahan. Namun, Sabar/Reza tidak memberikan banyak kesempatan bagi lawan untuk mengambil alih permainan. Keunggulan semakin lebar ketika skor bergerak menuju 18-13 dan 19-14. Pada tahap tersebut, pasangan Indonesia hanya membutuhkan beberapa poin untuk menyelesaikan pertandingan. Sabar/Reza akhirnya mendapatkan match point pada kedudukan 20-15. Bola keluar dari pasangan Denmark memastikan kemenangan 21-15 sekaligus mengakhiri pertandingan.

Skor Identik Menunjukkan Konsistensi Permainan

Menariknya, kedua gim berakhir dengan skor yang sama, yakni 21-15. Skor tersebut memberikan gambaran mengenai kemampuan Sabar/Reza mempertahankan kendali sepanjang pertandingan. Meski sempat mendapatkan tekanan, pasangan Indonesia selalu mampu menjauh ketika memasuki fase akhir gim. Konsistensi ini menjadi modal penting untuk pertandingan berikutnya. Terlebih, level persaingan akan semakin tinggi ketika turnamen memasuki perempat final. Pada fase tersebut, kesalahan kecil dapat memberikan keuntungan besar kepada lawan. Oleh karena itu, kemampuan mempertahankan fokus dari awal hingga akhir akan semakin penting. Kemenangan dua gim langsung juga membuat Sabar/Reza tidak perlu menjalani pertandingan panjang hingga gim ketiga.

Perjalanan Sabar/Reza Dimulai dengan Menyingkirkan Ganda Korea

Sebelum menghadapi Lundgaard/Vestergaard, Sabar/Reza sudah menunjukkan performa positif pada pertandingan pertama. Mereka berhadapan dengan pasangan Korea Selatan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju. Sabar/Reza memenangkan pertandingan tersebut dalam dua gim langsung dengan skor 21-18 dan 21-16. Dalam laga itu, mereka mencoba menjaga kesabaran ketika menghadapi pertahanan lawan. Pendekatan tersebut memberikan hasil positif. Kemenangan atas pasangan Korea kemudian membawa Sabar/Reza menuju babak 16 besar untuk menghadapi Lundgaard/Vestergaard. Dua kemenangan beruntun tanpa kehilangan gim menjadi modal menarik menjelang perempat final.

Sabar/Reza Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia Tersisa

Keberhasilan Sabar/Reza memiliki arti lebih besar bagi kontingen Indonesia. Pasalnya, mereka menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang berhasil melaju ke perempat final China Masters 2026. Tiga wakil lainnya harus terhenti pada babak 16 besar. Jonatan Christie kalah dari Jason Gunawan asal Hong Kong dengan skor 16-21, 16-21. Sementara itu, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kalah dari Takumi Nomura/Yuichi Shimogami melalui pertandingan tiga gim 21-14, 16-21, 19-21. Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi juga tersingkir setelah kalah 16-21, 19-21 dari Tee Kai Wun/Yap Roy King.

Jonatan Christie Terhenti Setelah Dua Gim

Jonatan Christie sebenarnya datang dengan status unggulan pertama. Namun, langkahnya dihentikan Jason Gunawan pada babak kedua. Pertandingan berjalan cukup ketat dalam beberapa fase. Pada gim pertama, kedudukan sempat imbang hingga 14-14. Jason kemudian mampu mengambil momentum dan menutup gim dengan kemenangan 21-16. Pola hampir serupa terjadi pada gim berikutnya. Kedudukan masih seimbang hingga 13-13 sebelum Jason kembali menjauh. Jonatan akhirnya kalah dengan skor identik 16-21, 16-21. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Indonesia di sektor tunggal putra pada China Masters 2026.

Leo/Daniel Gagal Melanjutkan Kejutan

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juga harus mengakhiri perjalanan di babak 16 besar. Mereka sebelumnya membuat kejutan dengan menyingkirkan pasangan unggulan teratas pada pertandingan sebelumnya. Namun, langkah Leo/Daniel kemudian dihentikan pasangan Jepang Takumi Nomura/Yuichi Shimogami. Leo/Daniel sebenarnya memenangkan gim pertama 21-14. Sayangnya, pasangan Jepang mampu bangkit pada gim kedua dan menang 21-16. Pertandingan kemudian harus ditentukan melalui gim ketiga. Persaingan berlangsung ketat hingga poin-poin terakhir. Nomura/Shimogami akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 21-19. Hasil tersebut membuat satu lagi wakil Indonesia tersingkir dari persaingan.

Ali/Devin Juga Harus Menghentikan Perjalanan

Harapan Indonesia melalui Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi juga berakhir pada babak 16 besar. Pasangan muda Indonesia tersebut menghadapi Tee Kai Wun/Yap Roy King dari Malaysia. Ali/Devin harus mengakui keunggulan lawan melalui dua gim langsung. Mereka kalah 16-21 pada gim pertama. Selanjutnya, pertandingan gim kedua berlangsung lebih ketat. Namun, pasangan Malaysia kembali mampu menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan 21-19. Meski tersingkir, pengalaman bertanding di China Masters tetap berharga bagi Ali/Devin. Apalagi, ajang ini berada pada level BWF World Tour Super 750 dan menghadirkan persaingan berkualitas tinggi.

Tantangan Malaysia Menanti di Perempat Final

Perjalanan Sabar/Reza belum selesai. Pada babak perempat final, mereka dijadwalkan menghadapi pasangan Malaysia Nur Mohd Azriyn Ayub Azriyn/Tan Wee Kiong pada Jumat, 4 September 2026. Pertandingan tersebut menjadi tantangan berikutnya dalam upaya mempertahankan harapan Indonesia. Sabar/Reza tentu memiliki modal positif setelah memenangkan dua pertandingan sebelumnya tanpa kehilangan gim. Namun, babak delapan besar menawarkan tekanan yang berbeda. Mereka perlu menjaga konsistensi sekaligus mengantisipasi pola permainan lawan. Menurut saya, kemampuan Sabar/Reza mengendalikan momentum akan kembali menjadi faktor penting. Mereka sudah menunjukkan kemampuan tersebut ketika menghadapi pasangan Denmark.

Peluang Sabar/Reza Tetap Terbuka di China Masters 2026

Hasil China Masters 2026 menempatkan Sabar/Reza sebagai harapan terakhir Indonesia. Kemenangan 21-15, 21-15 atas Lundgaard/Vestergaard menunjukkan performa yang stabil sekaligus efektif. Mereka mampu menyerang ketika mendapatkan kesempatan dan tetap tenang saat pasangan Denmark mencoba mengejar. Namun, perjalanan menuju tahap berikutnya tentu tidak semakin mudah. Sabar/Reza harus menghadapi pasangan Malaysia pada perempat final. Dengan dua kemenangan beruntun tanpa kehilangan gim, modal kepercayaan diri sudah tersedia. Kini, tantangannya adalah mempertahankan kualitas permainan ketika tekanan turnamen semakin besar. Jika mampu menjaga ketenangan dan konsistensi, peluang Sabar/Reza untuk melangkah lebih jauh tetap terbuka.