Asian Games 2026 Jadi Target Besar, Badminton Indonesia Petakan Rival
Atletic Zone Hub – Badminton Indonesia Asian Games 2026 memasuki tahap penting setelah undian nomor beregu putra dan putri selesai pada Sabtu (19/9). Pengundian berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang. Hasilnya memberikan jalur berbeda bagi kedua tim Indonesia. Tim putra berstatus unggulan pertama dan mendapat bye pada babak 16 besar. Sementara itu, tim putri harus memulai perjuangan dari babak tersebut. Karena itu, tim pelatih kini dapat menyusun strategi berdasarkan calon lawan yang sudah diketahui. Eng Hian menyebut pemetaan kekuatan lawan telah dilakukan selama persiapan. Setelah drawing keluar, analisis tersebut dapat dibuat lebih detail dan spesifik.
Baca Juga: Thomas Tuchel Akui Kesalahan Usai Kekalahan Inggris dari Argentina
Tim Putra Indonesia Langsung Menunggu Perempat Final
Tim putra Indonesia tidak perlu bertanding pada babak 16 besar. Sebagai unggulan pertama, mereka mendapat bye dan langsung menunggu pemenang Malaysia melawan Mongolia. Pertandingan perempat final tersebut menjadi ujian pertama bagi skuad Merah Putih. Jalur ini membuat Indonesia memiliki waktu tambahan untuk mempersiapkan pertandingan. Namun, masa tunggu juga perlu dimanfaatkan secara tepat. Eng Hian mengingatkan para pemain untuk menjaga kekompakan dan kondisi teknis maupun nonteknis. Selain itu, tim diminta menggunakan waktu yang tersedia untuk mempelajari calon lawan. Nomor beregu putra Indonesia dijadwalkan mulai bertanding pada Selasa (22/9).
Malaysia Berpotensi Menjadi Ujian Awal
Malaysia menjadi salah satu perhatian dalam jalur tim putra Indonesia. Berdasarkan hasil undian, Malaysia harus menghadapi Mongolia pada babak 16 besar. Pemenang pertandingan tersebut akan bertemu Indonesia di perempat final. Dengan demikian, tim pelatih memiliki waktu untuk mengamati pertandingan tersebut sebelum turun bertanding. Jonatan Christie juga sudah menyoroti kemungkinan menghadapi pemain Malaysia. Ia menyebut persiapan dapat diarahkan lebih awal dengan mempelajari kekuatan tunggal Malaysia. Meski demikian, pertandingan Malaysia dan Mongolia harus dimainkan terlebih dahulu. Karena itu, Indonesia tetap perlu mempersiapkan beberapa skenario.
Jonatan Christie Fokus pada Setiap Kesempatan
Bagi Jonatan Christie, hasil undian menjadi bagian dari persiapan pertandingan. Tunggal putra Indonesia tersebut menekankan pentingnya fokus terhadap laga yang berada di depan. Menurut Jonatan, kemungkinan menghadapi Malaysia membuat analisis pemain lawan perlu dilakukan lebih awal. Ia juga berencana berdiskusi kembali dengan pelatih mengenai berbagai kemungkinan pertandingan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa persiapan beregu tidak hanya mengandalkan kemampuan individu. Setiap pertandingan dapat membutuhkan komposisi dan strategi yang berbeda. Karena itu, komunikasi antara pemain dan pelatih menjadi bagian penting sebelum pertandingan dimulai.
Tim Putri Harus Hadapi Mongolia
Berbeda dari tim putra, tim putri Indonesia langsung menghadapi Mongolia pada babak 16 besar. Pertandingan tersebut dijadwalkan menjadi laga pembuka bagi Indonesia pada nomor beregu. Jika berhasil melewati Mongolia, Indonesia akan menghadapi Chinese Taipei di perempat final. Chinese Taipei mendapat bye pada babak 16 besar. Situasi ini membuat jalur tim putri memiliki tantangan yang berbeda sejak awal. Oleh sebab itu, persiapan tidak hanya diarahkan kepada pertandingan pertama. Tim pelatih juga perlu memperhitungkan pola permainan calon lawan berikutnya. Pertandingan beregu putri Indonesia dijadwalkan berlangsung pada Minggu (20/9).
Chinese Taipei Sudah Menanti di Perempat Final
Chinese Taipei menjadi calon lawan berikutnya bagi tim putri Indonesia apabila mampu melewati Mongolia. Dalam drawing, Chinese Taipei mendapat bye pada babak 16 besar. Posisi tersebut membuat mereka langsung berada di perempat final. Karena itu, jalur Indonesia memiliki dua tahap penting yang harus dilewati. Pertama, tim perlu menyelesaikan pertandingan melawan Mongolia. Setelah itu, fokus dapat beralih kepada Chinese Taipei. Selain itu, hasil pertandingan lain di bagan juga perlu diperhatikan. Strategi beregu dapat berubah berdasarkan komposisi pemain dan hasil pertandingan sebelumnya. Dengan demikian, pemetaan lawan menjadi bagian penting dari persiapan sepanjang turnamen.
Eng Hian Minta Pemain Tetap Kompak
Eng Hian meminta para pemain menjaga kondisi teknis dan nonteknis selama menunggu pertandingan. Menurutnya, ekspektasi dan harapan juga perlu dikelola agar tidak menjadi beban berlebihan. Pesan tersebut penting karena nomor beregu memiliki dinamika yang berbeda dibanding pertandingan individu. Setiap kemenangan dapat memengaruhi peluang tim secara keseluruhan. Karena itu, komunikasi dan kekompakan perlu dijaga sejak awal. Tim putra bahkan memiliki jeda lebih panjang sebelum pertandingan pertama. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempelajari lawan sekaligus mempertahankan kondisi pemain. Dengan persiapan yang terarah, tim dapat memasuki pertandingan dengan gambaran strategi yang lebih jelas.
Skuad Indonesia Membawa 20 Pemain
PBSI telah menetapkan 20 pemain untuk memperkuat Indonesia di Asian Games 2026. Komposisinya terdiri dari 10 pemain putra dan 10 pemain putri. Skuad putra mencakup Jonatan Christie, Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Muhamad Yusuf, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Nikolaus Joaquin, dan Amri Syahnawi. Sementara itu, skuad putri berisi Putri Kusuma Wardani, Thalita Ramadhani Wiryawan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Mutiara Ayu Puspitasari, Rachel Allessya Rose, Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma, Meilysa Trias Puspitasari, Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Nita Violina Marwah.
Asian Games 2026 Masuk Tahap Pertandingan
Nomor beregu bulutangkis Asian Games 2026 berlangsung pada 20-24 September. Setelah itu, nomor perorangan dijadwalkan berlangsung pada 25-29 September. Dengan jadwal yang sudah dekat, persiapan Indonesia kini memasuki fase pertandingan. Hasil drawing memberikan gambaran mengenai jalur yang harus dilalui masing-masing tim. Namun, undian tetap bukan hasil pertandingan. Setiap laga akan ditentukan oleh performa pemain di lapangan. Karena itu, fokus utama Indonesia adalah menjaga kondisi, mempelajari lawan, dan menjalankan strategi yang sudah disiapkan. Di sisi lain, pengalaman bertanding sebagai tim dapat menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi selama Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
