Erick Thohir Titip Maarten Paes ke Bos Ajax: Biarkan Dia Bermain
Atletic Zone Hub – Erick Thohir titip Maarten Paes kepada jajaran Ajax Amsterdam di tengah pembicaraan mengenai pengembangan sepak bola Indonesia. Momen tersebut terjadi dalam rangkaian Indonesia Sports Summit 2026 di Jakarta. PSSI dan Ajax memang memperkuat kerja sama yang berfokus pada pengembangan pelatih serta talenta muda. CEO Ajax, Menno Geelen, hadir dalam agenda tersebut. Dalam percakapan yang dibagikan Erick melalui media sosial, pembahasan kemudian menyentuh situasi Paes di Amsterdam. Erick meminta Ajax menjaga kiper Timnas Indonesia tersebut dan memberinya kesempatan bermain. Pesan itu terasa relevan karena persaingan penjaga gawang Ajax semakin ketat. Terlebih lagi, Paes kini harus bersaing dengan Marc-André ter Stegen. Bagi Timnas Indonesia, menit bermain di level klub tentu penting. Namun, keputusan mengenai susunan pemain tetap berada di tangan pelatih Ajax berdasarkan kebutuhan dan performa tim.
Baca Juga: Benjamin Sesko Makin Tajam, MU Temukan Ancaman Baru di Lini Depan
Kerja Sama PSSI dan Ajax Menjadi Latar Pertemuan
Pertemuan Erick dengan Menno Geelen bukan sekadar pembicaraan mengenai satu pemain. PSSI dan Ajax meresmikan kerja sama dalam Indonesia Sports Summit pada 12 September 2026 di Jakarta. Kolaborasi tersebut sebenarnya sudah mulai dibangun sejak awal 2026. Salah satu fokusnya adalah memberikan kesempatan bagi pelatih potensial Indonesia untuk belajar dari sistem pengembangan Ajax. Pemain muda Indonesia juga berpeluang mendapatkan pengalaman latihan di Amsterdam. Langkah tersebut cukup menarik karena Ajax memiliki reputasi panjang dalam pembinaan pemain muda. Karena itu, PSSI dapat mempelajari sistem pengembangan yang sudah berjalan dalam waktu lama, bukan sekadar meniru metode latihan. Di sisi lain, implementasi tetap menjadi bagian terpenting. Program yang bagus membutuhkan pelatih berkualitas, kompetisi usia muda yang teratur, serta jalur menuju tim senior. Dalam konteks tersebut, pembicaraan Erick dan Ajax memiliki ruang yang lebih luas daripada persoalan Paes.
Erick Memaparkan Transformasi Sepak Bola Indonesia
Dalam bahan percakapan yang dibagikan, Erick menjelaskan sejumlah perubahan yang dilakukan PSSI selama beberapa tahun terakhir. Ia menyinggung struktur federasi, komersialisasi liga, penggunaan VAR, Elite Pro Academy, hingga penerapan club licensing. National Dispute Resolution Chamber atau NDRC juga masuk dalam pembahasan. Pada dasarnya, langkah tersebut menggambarkan upaya memperbaiki sepak bola dari sisi tata kelola. Erick turut menyinggung perkembangan Timnas Indonesia dan peningkatan peringkat FIFA. Namun, pencapaian seperti peringkat sebaiknya dibaca dalam konteks waktu karena posisinya dapat berubah setiap periode pemeringkatan. Pembicaraan dengan Ajax kemudian menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa transformasi tidak hanya diarahkan ke tim nasional. Pengembangan pelatih dan pemain muda juga menjadi bagian penting. Menurut saya, aspek terakhir justru menentukan keberlanjutan. Tim nasional dapat menikmati periode bagus, tetapi fondasi sepak bola membutuhkan pembinaan pemain secara konsisten. Kerja sama dengan klub berpengalaman seperti Ajax baru bernilai besar apabila pengetahuan tersebut dapat diterapkan di Indonesia.
Maarten Paes Bergabung dengan Ajax pada Februari 2026
Karier Maarten Paes di Ajax dimulai secara resmi pada 2 Februari 2026. Ajax mendatangkannya dari FC Dallas dengan transfer permanen. Kiper kelahiran Nijmegen tersebut menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2029. Sebelum bermain di Amerika Serikat, Paes pernah memperkuat NEC dan FC Utrecht di Belanda. Ia kemudian membela FC Dallas sejak 2022 sebelum kembali ke Eropa. Ajax menjelaskan bahwa mereka telah memantau Paes selama beberapa musim. Direktur Sepak Bola Ajax, Marijn Beuker, menyebut klub mencari penjaga gawang berpengalaman dan dapat diandalkan. Ia juga memuji mentalitas latihan serta karakter Paes sebagai pemain tim. Transfer tersebut sekaligus memberikan lingkungan baru bagi penjaga gawang Timnas Indonesia itu. Ia kembali ke kompetisi Belanda dengan pengalaman yang jauh lebih matang. Kontrak hingga 2029 juga menunjukkan bahwa hubungan Paes dan Ajax bukan proyek jangka sangat pendek.
Persaingan dengan Ter Stegen Mengubah Situasi Paes
Situasi Paes kemudian berubah setelah Marc-André ter Stegen hadir sebagai pesaing di posisi penjaga gawang. Paes sempat mendapatkan kesempatan bermain pada awal perjalanannya bersama Ajax. Namun, persaingan semakin berat ketika klub memiliki pilihan baru di bawah mistar. Data resmi Ajax untuk musim 2026/2027 mencatat Paes belum bermain di Eredivisie, tetapi sudah mencatat empat penampilan di UEFA Conference League. Catatan pertandingan berikutnya menunjukkan Paes berada dalam skuad tanpa bermain dalam beberapa laga Ajax sejak pertengahan Agustus hingga awal September. Media Indonesia juga melaporkan bahwa Ter Stegen menjadi pilihan utama di Eredivisie dan kompetisi Eropa pada periode tersebut. Kondisi ini menjelaskan mengapa Erick menaruh perhatian pada menit bermain Paes. Meski demikian, persaingan seperti ini merupakan bagian normal dari klub besar. Paes harus menjaga performa latihan dan memanfaatkan setiap kesempatan ketika rotasi dilakukan.
Menit Bermain Penting bagi Kiper Timnas Indonesia
Bagi seorang penjaga gawang, pertandingan kompetitif memberikan pengalaman yang sulit sepenuhnya digantikan oleh latihan. Kiper harus membaca pergerakan lawan, mengatur garis pertahanan, mengambil keputusan saat menerima tekanan, dan menjaga konsentrasi dalam berbagai situasi. Karena itu, keinginan Erick agar Paes terus memperoleh kesempatan cukup mudah dipahami dari perspektif Timnas Indonesia. Namun, kepentingan tim nasional dan klub tidak selalu sama. Ajax memiliki target sendiri serta berhak menentukan penjaga gawang berdasarkan pertimbangan teknis. Situasi tersebut membuat Paes menghadapi tantangan yang menarik. Ia dapat belajar dari persaingan dengan penjaga gawang berpengalaman, tetapi pada saat bersamaan membutuhkan pertandingan untuk menjaga ritme. Ajax sendiri menggambarkan Paes sebagai pemain dengan mentalitas tim yang kuat sejak kedatangannya. Paes bahkan menegaskan bahwa kepentingan tim harus ditempatkan lebih dahulu sebelum penghargaan individu. Mentalitas seperti itu akan berguna ketika persaingan di posisi kiper sedang sangat ketat.
Popularitas Paes di Indonesia Memberi Ajax Dimensi Baru
Kedatangan Maarten Paes juga menarik dari sisi hubungan Ajax dengan publik Indonesia. Ajax sendiri pernah memperkenalkan Paes sebagai kiper baru sekaligus “Indonesian football idol”. Klub menggambarkan popularitasnya di Indonesia begitu besar sehingga ia sulit berjalan tanpa dikenali ketika berada di Tanah Air. Popularitas tersebut tidak mengherankan. Paes menjadi bagian dari Timnas Indonesia sejak debut internasionalnya pada 2024. Karena itu, perkembangan kariernya di Amsterdam terus mendapat perhatian suporter Indonesia. Namun, popularitas tidak dapat menjadi alasan utama untuk menentukan pemain inti. Dalam sepak bola profesional, performa dan kebutuhan taktik tetap menjadi pertimbangan utama. Justru tantangan bagi Paes adalah mengubah dukungan besar tersebut menjadi energi positif. Ajax memberikan lingkungan kompetitif dengan tuntutan tinggi. Jika Paes mampu berkembang di sana, manfaatnya dapat terasa ketika kembali memperkuat Indonesia. Dari sisi Ajax, keberadaan Paes juga menciptakan hubungan emosional yang semakin kuat dengan basis penggemar sepak bola Indonesia.
Kesempatan Paes Belum Sepenuhnya Tertutup
Menjadi pilihan kedua tidak berarti kesempatan Paes telah berakhir. Kalender sepak bola Eropa menyediakan banyak pertandingan. Rotasi, kondisi fisik, performa, dan keputusan pelatih dapat mengubah hierarki penjaga gawang. Paes juga masih terikat kontrak dengan Ajax sampai Juni 2029. Artinya, ia masih mempunyai waktu untuk membangun posisi dalam tim. Situasi ini perlu dilihat secara proporsional. Kehadiran Ter Stegen memang meningkatkan tingkat persaingan. Namun, berlatih bersama penjaga gawang dengan pengalaman di level tertinggi juga dapat memberikan nilai pembelajaran. Tantangannya adalah memastikan perkembangan tersebut akhirnya mendapatkan ruang dalam pertandingan. Dari perspektif karier, beberapa bulan tanpa banyak menit bermain belum otomatis menentukan masa depan seorang pemain. Yang lebih penting adalah bagaimana Paes merespons. Jika performanya dalam latihan tetap tinggi, kesempatan bisa datang sewaktu-waktu. Ketika momen tersebut muncul, ia perlu menunjukkan bahwa Ajax memiliki lebih dari satu penjaga gawang yang dapat diandalkan.
Pesan Erick Menunjukkan Perhatian pada Pilar Timnas
Erick Thohir titip Maarten Paes kepada Ajax dapat dibaca sebagai bentuk perhatian terhadap salah satu pemain penting Timnas Indonesia. Namun, pesan “biarkan dia bermain” tidak berarti PSSI dapat menentukan keputusan teknis Ajax. Klub tetap memiliki kewenangan penuh terhadap susunan pemain. Di sisi lain, hubungan PSSI dan Ajax kini memang semakin dekat melalui kerja sama pengembangan sepak bola. Situasi tersebut membuat percakapan mengenai Paes terasa natural. Ia merupakan pemain Ajax sekaligus bagian dari Timnas Indonesia. Bagi Paes sendiri, tantangan sekarang cukup jelas. Ia harus bersaing mendapatkan menit bermain sambil terus berkembang di lingkungan klub besar. Kontraknya masih panjang dan kesempatan belum tertutup. Karena itu, periode ini dapat menjadi ujian penting bagi mentalitasnya. Dukungan dari Indonesia tentu berarti, tetapi performa tetap menjadi jawaban terbaik. Jika Paes mampu memanfaatkan kesempatan berikutnya, persaingan ketat di Amsterdam justru dapat membantu membentuknya menjadi penjaga gawang yang lebih matang.
