Perjuangan Ubed Terhenti di Final, Gelar French Open Belum Berpihak
Atletic Zone Hub – Perjuangan Ubed di French Open 2026 akhirnya berhenti tepat di partai puncak. Tunggal putra Indonesia bernama lengkap Mohammad Zaki Ubaidillah tersebut harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah, Christo Popov. Bermain di Arena Grand Paris, Prancis, Minggu (25/10/2026), Ubed kalah melalui pertarungan tiga gim dengan skor 11-21, 21-14, dan 13-21. Meski gelar belum berhasil dibawa pulang, perjalanan Ubed tetap meninggalkan kesan kuat. Terlebih, pemain berusia 19 tahun tersebut mampu mencapai final turnamen level BWF World Tour Super 750 untuk pertama kalinya. Karena itu, hasil ini bisa menjadi pijakan penting dalam perkembangan kariernya.
Baca Juga: Arda Guler Makin Matang, Kreativitasnya Melejit Jelang El Clasico
Christo Popov Langsung Menekan Sejak Gim Pertama
Pertandingan berjalan cukup berat bagi Ubed sejak awal. Christo Popov langsung mengambil inisiatif dan bermain agresif. Sementara itu, Ubed membutuhkan waktu untuk menemukan ritme terbaiknya. Ubed bahkan sempat tertinggal 0-5 pada fase awal. Popov kemudian menjaga tekanannya dan mencapai interval dengan keunggulan 11-5. Setelah jeda, situasi belum banyak berubah. Popov mampu mengendalikan tempo sekaligus memaksa Ubed bertahan lebih dalam. Keunggulan pemain Prancis tersebut bahkan sempat melebar menjadi 18-8. Ubed mencoba memperpanjang permainan. Namun, Popov tetap tenang dan akhirnya mengamankan gim pertama dengan skor 21-11.
Kebangkitan Ubed Mengubah Jalannya Gim Kedua
Situasi menarik terjadi pada gim kedua. Alih-alih kehilangan momentum, Ubed justru menunjukkan respons positif. Meski sempat tertinggal 0-4, ia mampu membalikkan tekanan dengan permainan yang jauh lebih berani. Ubed kemudian mencetak sembilan poin secara beruntun. Momentum tersebut mengubah kedudukan menjadi 9-4 untuk keunggulan pemain Indonesia. Permainan depan net juga terlihat lebih efektif. Selain itu, Ubed semakin percaya diri dalam mengatur arah serangan. Ia akhirnya memasuki interval dengan keunggulan 11-5. Popov sempat mencoba mengejar. Namun, Ubed mampu menjaga konsentrasi dan kembali memperlebar jarak. Gim kedua pun berhasil direbut Ubed dengan skor 21-14.
Pertandingan Harus Ditentukan Melalui Gim Ketiga
Kemenangan pada gim kedua membuka kembali peluang Ubed. Pertandingan kemudian memasuki gim penentuan dengan tekanan yang semakin tinggi. Ubed sebenarnya mampu memimpin 3-2 pada fase awal. Sayangnya, Popov segera memberikan respons besar. Wakil Prancis tersebut meraih sembilan poin beruntun sehingga berbalik unggul 11-3 ketika memasuki interval. Meski demikian, Ubed tidak langsung menyerah. Ia sempat mencetak enam poin berturut-turut dan memperkecil ketertinggalan menjadi 10-13. Momentum itu sempat memberikan harapan. Namun, Popov berhasil memutus laju Ubed. Ia kembali mengambil kendali permainan dan perlahan memperbesar keunggulan.
Popov Menjaga Keunggulan Hingga Poin Terakhir
Selepas kebangkitan singkat Ubed, Popov kembali menunjukkan permainan yang lebih stabil. Pemain tuan rumah tersebut mampu menjaga tekanan sekaligus mengurangi ruang serangan lawannya. Ubed mencoba bermain lebih cepat untuk mengejar ketertinggalan. Akan tetapi, beberapa pengembalian yang terburu-buru membuat momentum kembali berpihak kepada Popov. Popov kemudian mencapai match point pada kedudukan 20-12. Ubed sempat menambah satu angka, tetapi tekanan tersebut tidak cukup untuk mengubah pertandingan. Smes silang Popov akhirnya menutup gim ketiga dengan skor 21-13. Hasil tersebut memastikan gelar tunggal putra French Open 2026 menjadi milik pemain Prancis.
Perjalanan Ubed Menuju Final Layak Mendapat Sorotan
Kekalahan di final tidak menghapus perjalanan impresif Ubed sepanjang French Open 2026. Sebelum mencapai partai puncak, pemain muda Indonesia tersebut melewati beberapa lawan yang memberikan tantangan berbeda. Pada babak 16 besar, Ubed menyingkirkan Koki Watanabe asal Jepang dengan skor 21-17 dan 21-14. Setelah itu, ia mengalahkan Chi Yu Jen dari Chinese Taipei pada perempat final dengan skor 21-15 dan 21-13. Tantangan semakin berat ketika memasuki semifinal. Ubed harus menghadapi pemain tuan rumah lainnya, Alex Lanier. Pertandingan tersebut berlangsung tiga gim. Namun, Ubed mampu bertahan dalam tekanan dan menang 21-16, 16-21, 21-17. Kemenangan itu sekaligus membawanya menuju final Super 750 pertamanya.
Final Super 750 Menjadi Pengalaman Penting bagi Ubed
Ada alasan mengapa pencapaian Ubed tetap terasa penting meskipun gelar French Open belum berhasil diraih. Bermain pada final turnamen Super 750 pada usia 19 tahun memberikan pengalaman kompetitif yang sangat berharga. Tekanan di pertandingan final tentu berbeda dibandingkan babak sebelumnya. Terlebih, Ubed menghadapi Popov yang bermain di depan pendukung tuan rumah. Namun, Ubed mampu memberikan respons setelah kehilangan gim pertama. Ia bahkan memaksa pertandingan berlangsung hingga gim ketiga. Dari sudut pandang perkembangan pemain, kemampuan melakukan penyesuaian seperti itu menjadi modal penting. Ubed sekarang memiliki pengalaman menghadapi tekanan partai puncak pada level elite BWF World Tour.
Kekalahan Ini Bisa Menjadi Bahan Evaluasi Berharga
Final French Open 2026 juga memperlihatkan beberapa aspek yang masih bisa dikembangkan. Salah satunya berkaitan dengan konsistensi pada awal gim. Ubed tertinggal cukup jauh pada gim pertama. Situasi serupa kembali terjadi pada fase penting gim ketiga. Ketika menghadapi pemain berpengalaman, selisih beberapa poin bisa membuat pertandingan semakin sulit dikendalikan. Namun, kemampuan Ubed mengejar ketertinggalan juga patut diperhatikan. Pada gim kedua, ia mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal 0-4. Kemudian, pada gim ketiga, ia kembali mencoba mengejar setelah tertinggal 3-11. Artinya, daya juang Ubed sudah terlihat. Selanjutnya, konsistensi sejak poin pertama dapat menjadi salah satu aspek penting untuk terus diasah.
French Open 2026 Menjadi Sinyal Positif bagi Masa Depan
Trofi memang belum berada di tangan Ubed. Namun, status runner-up French Open 2026 tetap menjadi pencapaian besar dalam perjalanan kariernya. Ia datang sebagai salah satu pemain muda Indonesia dan berhasil melaju hingga pertandingan terakhir turnamen Super 750. Bahkan, Ubed menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil mencapai final pada edisi kali ini. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa Ubed mempunyai potensi untuk bersaing pada level yang semakin tinggi. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi ketika menghadapi pemain papan atas. French Open 2026 mungkin berakhir tanpa gelar. Akan tetapi, perjalanan di Paris bisa menjadi titik penting bagi Ubed untuk melangkah lebih jauh dalam persaingan tunggal putra dunia.
