FEDERASI Bulu Tangkis Dunia Setujui Perubahan Sistem Skor

FEDERASI Bulu Tangkis Dunia Setujui Perubahan Sistem Skor

Atletic Zone Hub – Pada Sabtu, 25 April 2026, dunia bulu tangkis mengalami perubahan besar. Dalam pertemuan tahunan yang digelar di Horsens, Denmark, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memutuskan untuk mengubah sistem perhitungan skor pertandingan bulu tangkis. Sistem baru ini akan menggunakan skor 15 poin per game dengan format tiga game (best of three games), yang rencananya akan diterapkan mulai 4 Januari 2027. Keputusan ini mendapat dukungan mayoritas negara anggota BWF.

Mayoritas Negara Setujui Perubahan Sistem Skor

Perubahan sistem skor bulu tangkis ini dibahas melalui proses voting yang melibatkan 241 negara anggota Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Hasil voting menunjukkan bahwa 198 negara menyetujui perubahan ini, sementara 43 negara menolaknya. Keputusan ini dianggap penting karena akan membuat pertandingan bulu tangkis lebih dinamis dan menarik bagi penonton. Perubahan ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak pemirsa, terutama generasi muda yang menyukai pertandingan dengan durasi yang lebih singkat namun tetap penuh aksi.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Khunying Patama Leeswadtrakul, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kebutuhan untuk meningkatkan daya tarik bulu tangkis secara global. Kehadiran perwakilan dari Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) seperti Wakil Sekjen Wino Sumarno dan Kabid Hubungan Luar Negeri Bambang Roedyanto menambah nilai penting dari forum ini. Indonesia, sebagai negara besar dalam bulu tangkis, memiliki peran penting dalam perubahan ini.

Baca juga: Boxing Van Java 2026: Menyemarakkan Dunia Tinju Amatir dengan 358 Peserta

Penyebab Perubahan Sistem Skor

Ada berbagai alasan di balik keputusan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) untuk mengubah sistem skor ini. Salah satunya adalah untuk meningkatkan dinamika pertandingan, mengurangi durasi pertandingan, dan membuat bulu tangkis lebih menarik bagi penonton. Sistem skor 15 x 3 diharapkan dapat menciptakan pertandingan yang lebih cepat dan intens. Dengan durasi yang lebih singkat, penonton tidak akan merasa bosan dan bisa menikmati lebih banyak pertandingan dalam waktu yang lebih terbatas.

PBSI, sebagai organisasi yang mengelola bulu tangkis di Indonesia, menyatakan bahwa mereka akan melakukan kajian menyeluruh tentang dampak dari perubahan sistem ini. “Kami akan mempelajari dengan cermat bagaimana perubahan ini memengaruhi pola permainan dan strategi atlet. Kami juga akan menyesuaikan program pembinaan atlet untuk memastikan mereka tetap kompetitif,” ujar Bambang Roedyanto.

PBSI Menyambut Perubahan dengan Persiapan

Bagi PBSI, perubahan ini tentu bukan hal yang bisa diabaikan. Mereka menyadari bahwa perubahan sistem ini akan berpengaruh pada cara atlet berlatih dan mempersiapkan diri untuk pertandingan. PBSI mengungkapkan bahwa mereka akan segera melakukan penyesuaian dalam program pembinaan dan pelatihan. Hal ini bertujuan agar para atlet Indonesia tetap siap dan mampu bersaing dengan negara lain setelah sistem skor baru diterapkan.

“Saat ini, kami fokus untuk memahami secara mendalam dampak perubahan ini terhadap permainan dan strategi atlet. Kami akan segera mengadopsi sistem pelatihan yang sesuai dengan sistem skor baru ini,” tambah Bambang Roedyanto. Dengan langkah persiapan yang matang, PBSI berharap Indonesia tetap menjadi kekuatan dominan dalam dunia bulu tangkis internasional.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Bersinar, Al Nassr Hancurkan Al Wasl 4-0 di ACL 2

Sistem 15 x 3 yang Pernah Diterapkan

Sistem skor 15 x 3 bukan hal baru bagi dunia bulu tangkis. Sebelum 2006, sistem ini sudah pernah digunakan, meskipun dengan aturan yang berbeda, seperti sistem pindah bola yang membuat pertandingan menjadi lebih lama. Namun, pada saat itu, sistem tersebut dinilai kurang efisien dan akhirnya diganti dengan sistem 21 x 3 yang lebih cepat dan praktis.

Namun, sistem 15 x 3 terbukti efektif di beberapa ajang besar. Salah satunya, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 dengan sistem skor ini. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa meski lebih singkat, pertandingan dengan sistem skor 15 x 3 tetap dapat menghadirkan kualitas permainan yang tinggi.

Dampak Perubahan terhadap Dunia Bulu Tangkis

Perubahan ini tentu akan memengaruhi banyak aspek dalam dunia bulu tangkis. Atlet akan dituntut untuk mempersiapkan diri dengan lebih efisien, karena pertandingan akan berlangsung lebih cepat. Strategi yang digunakan juga akan lebih bervariasi dan intens. Pemain harus bisa memanfaatkan setiap poin dengan lebih cermat, dan permainan akan lebih berfokus pada tempo dan strategi cepat.

Bagi penonton, perubahan ini bisa memberikan pengalaman menonton yang lebih menyenangkan. Durasi pertandingan yang lebih singkat akan memungkinkan mereka untuk menonton lebih banyak pertandingan tanpa merasa bosan. Hal ini berpotensi meningkatkan popularitas bulu tangkis, khususnya di kalangan generasi muda yang lebih terbiasa dengan kecepatan dan dinamika olahraga.

Perspektif Baru dalam Dunia Bulu Tangkis

Perubahan sistem skor ini juga membuka perspektif baru dalam dunia bulu tangkis. Bulu tangkis tidak hanya sekedar olahraga, tetapi juga hiburan yang dinamis dan menantang. Dengan sistem skor baru ini, diharapkan akan muncul lebih banyak pemain dengan gaya permainan yang lebih cepat dan menarik. Hal ini bisa meningkatkan kompetisi dan membuat bulu tangkis lebih menarik di mata dunia.

Indonesia, yang dikenal sebagai salah satu negara kuat dalam bulu tangkis, akan menghadapi tantangan baru. Namun, dengan dukungan yang kuat dari PBSI, para atlet Indonesia diharapkan tetap bisa menjaga performa mereka di level tertinggi meskipun sistem skor telah berubah.

Apa yang Bisa Diharapkan ke Depan?

Keputusan ini membuka jalan bagi bulu tangkis untuk lebih berkembang. Dengan sistem 15 x 3, diharapkan akan ada lebih banyak negara yang berpartisipasi dalam turnamen internasional. Hal ini tentu akan meningkatkan popularitas bulu tangkis secara global, memberikan ruang bagi lebih banyak pemain muda untuk menunjukkan bakat mereka. Bulu tangkis akan semakin dikenal dan diterima oleh audiens yang lebih luas.

Bagi Indonesia, ini adalah kesempatan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih cerah dalam dunia bulu tangkis. Dengan sistem yang lebih dinamis dan cepat, bulu tangkis akan semakin populer dan lebih mudah diterima oleh generasi muda di seluruh dunia.